Rabu, 20 Mei 2015

Terbaru 2020 - Sepuluh Prodi Paling diminati di UNPAD Bandung

Blog Pendidikan

Prodi di UNPAD
Logo UNPAD
infodunia-pendidikan.blogspot.com. bagi sobat dan rekan sekalian yang sedang ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Pajadjaran (Unpad) di Bandung, tentu banyak sekali alternatif prodi yang mereka tawarkan. pada kesempatan kali ini admin ingin berbagi mengenai Sepuluh Program Studi Paling diminati di UNPAD Bandung. Admin berharap ini bisa menjadi bahan pertimbangan rekan dan sobat sekalian dalam menentukan prodi yang ingin dimasuki.

Universitas Pajadjaran (Unpad) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan peminat paling tinggi dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015. Kepala UPT Humas Unpad Soni A. Nulhaqim mengungkapkan peminat Unpad meningkat pada2015 ini.

Total pendaftar SNMPTN tahun 2015 di Unpad sebanyak 77.447 pendaftar, sementara tahun 2014 sebanyak 72.272 pendaftar.“Dari 50 program studi yang ada di Unpad, ada 10 program studi yang memiliki jumah peminat tertinggi di SNMPTN,” ujar Soni di Bandung pada Jumat (8/5/2015).
Kesepuluh program studi (Prodi) dengan peminat tertinggi tersebut yaitu:

  1. Ilmu Komunikasi berada di peringkat pertama dengan 7. 496 orang. 
  2. Manajemen yaitu 6.491 orang, 
  3. Akuntansi dengan 5. 100 orang, 
  4. Farmasi dengan 4.993 orang, 
  5. Ilmu Hukum dengan 4.704 orang, 
  6. Keperawatan dengan 4.481 orang, 
  7. Teknik Informatika dengan 4.343 orang, 
  8. Psikologi dengan 4.295 orang, 
  9. Pendidikan Dokter dengan 4.213 orang, 
  10. Serta Televisi dan Film dengan 4.051 orang.
Sementara itu dari tingkat keketatan, prodi Televisi dan Film menjadi urutan pertama dengan tingkat keketatan yang tinggi yaitu 1:107. Disusul dengan Manajemen yaitu 1:71, Teknik Informatika yaitu 1:70, Administrasi Bisnis yaitu 1:49, Keperawatan yaitu 1:48, Akuntansi yaitu 1:47, Administrasi Negara yaitu 1:47, dan Farmasi yaitu 1:42.“Rata-rata tingkat keketatan prodi lain sebesar 1 : 25,” Ujarnya.

Pengumuman hasil SNMPTN 2015 dapat dilihat mulai tanggal 9 Mei pada pukul 17.00 WIB atau 18.00 WITA atau 19.00 WIT di halaman di http://www.snmptn.ac.id/.Untuk melihat hasil seleksi SNMPTN 2015 dibutuhkan nomor pendaftaran SNMPTN atau NISN siswa serta tanggal lahir yang dimasukkan ketika pendaftaran SNMPTN. 

Minggu, 17 Mei 2015

Terbaru 2020 - Prodi Baru di ITB dan UNPAD Bandung

Blog Pendidikan

infodunia-pendidikan.blogspot.com. Assalamualaikum. Bagi rekan-rekan yang baru lulus dari SMA sederajat, mungkin sekarang masih belum terlambat untuk mencoba masuk ke perguruan tinggi. Kali ini admin berbagi informasi mengenai dua kampus yang cukup populer di bandung, yaitu ITB dan UNPAD. Mungkin sudah tidak asing dengan dua kampus ini yang memang cukup banyak peminatnya ditiap tahun ajaran baru. 
Logo UNPAD
Logo UNPAD
Kabar baiknya adalah kedua kampus ini membuka beberapa program studi baru (Prodi) ditahun 2015 ini. Dan ini membuat dunia pendidikan Indonesia semakin kaya dan berwarna. Dan bagi rekan-rekan yang akan melanjutkan di kedua kampus ini, mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan.

Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki Program Studi (Prodi) baru tahun 2015 ini. Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan ada lima Prodi baru di Unpad untuk tahun ini.

“Lima Prodi baru di Unpad yaitu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknik Elektro Fakultas MIPA, sementara 3 Prodi yang berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi yaitu Televisi dan Film, Manajemen Komunikasi, dan Jurnalistik,” ujar Tri Hanggono di Bandung pada Jumat (8/5/2015). 

Kepala UPT Humas Unpad Soni A. Nulhaqim mengungkapkan dibukanya lima Prodi baru di Unpad ini dikarenakan kebutuhan dan kepercayaan Pemerintah dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Unpad. Selain itu peminat Unpad juga meningkat pada 2015 ini, tota pendaftar SNMPTN tahun 2015 di Unpad sebanyak 77.447 pendaftar, sementara tahun 2014 sebanyak 72.272 pendaftar.

Logo ITB
Logo ITB

Sementara itu, pada tahun 2015 ini, ITB juga membuka empat Prodi baru. “ITB memiliki 4 program studi baru yaitu Teknik Biomedis Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Teknik Pangan Fakultas Teknologi Industri (FTI),Teknik Bioenergi dan Kemurgi Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Teknologi Pasca Panen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH). Selain itu, ITB akan membuka kelas internasional di Program Studi Manajemen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM),” ujar Rektor ITB Kadarsah Suryadi.

Kadarsah menjelaskan untukTeknik Bioenergi dan Kemurgi merupakan bagian untuk masuk pada energy baru dan terbarukan.“Kemurgi bahasa sederhananya adalah produk bahan nabati diproses tidak menjadi produk pangan tapi kimia contoh kelapa sawit menjadi bahan bakar, produk kimia dari bahan nabati tapi bukan produk pangan,” ujarnya.Wakil Rektor 1 ITB Bermawi Priyatna Iskandar menambahkan dibukanya beberapa Program Studi baru di ITB bertujuan untuk menjawab tantangan dan kebutuhan tenaga ahli.“Teknik Biomedis untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga ahli di kesehatan, sudah saatnya ITB berkontribusi menghasilkan lulusan di bidang Biomedis. Untuk Teknologi Pasca Panen juga menghasilkan teknologi contohnya agar tomat tidak busuk,” ujarnya. 

Lebih lanjut Bermawi menjelaskan energi sumber daya hayati bertujuan menghasilkan pangan dan energy, karena energi fosil akan habis.“Indonesia memiliki keragaman hayati yang luar biasa dan ada di Negara-negara dengan keragaman hayati terbesar di dunia sehingga sangat potensial untuk keragaman hayati ini,” ujarnya.Adapun untuk kelas internasional di Program Studi Manajemen bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang dapat berkompetisidi tingkat global. 

“ITB ingin berperan dalam memberikan pendidikan setara internasional, selain itu sudahada 11 Prodi di ITB dengan Akreditasi Internasional jadi sudah saatnya memberikan pendidikan setara internasional,” ujarnya.ITB dan Unpad memiliki daya tampung sebanyak 40 mahasiswa untuk semua prodi dan kelas baru ini. Untuk informasi terkait program studi baru di Unpad dan ITB ini dapat dilihat di laman situs resmi masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Rabu, 13 Mei 2015

Terbaru 2020 - RPP Penerapan Discovery Learning Pada Mata pelajaran KWU

Blog Pendidikan

Contoh Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dengan Model Penemuan (Discovery Learning)


Nama Satuan Pendidikan : SMAN ....

Mata Pelajaran                : Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI (Kerajinan)

Kelas / Semester             : XI / 1

Materi                             : Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Jumlah Pertemuan           : 1 pertemuan (2 X 45’)






RPP KWU discovery learning

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dan keberagaman produk kerajinan di wilayah setempat dan lainnya sebagai anugerah Tuhan

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

2.1 Menunjukkan motivasi internal dan peduli lingkungan dalam menggali informasi tentang keberagaman produk kerajinan dan kewirausahaan di wilayah setempat dan lainnya

2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri dalam memperkenalkan karya kerajinan di wilayah setempat dan lainnya dan menerapkan wirausaha

2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam memahami kewirausahaan dan membuat karya kerajinan di wilayah setempat dan lainnya dengan memperhatikan estetika produk akhir untuk membangun semangat usaha

3. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

3.1 Mengidentifikasi desain produk dan pengemasan karya kerajinan tekstil berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

3.2 Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi kerajinan tekstil

3.3 Memahami proses produksi kerajinan tekstil di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber

3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha kerajinan tekstil

3.5 Mengidentifikasi desain produk dan pengemasan karya keajinan dari bahan lunak berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

3.6 Memahami sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi keajinan dari bahan lunak

3.7 Menganalisis proses produksi keajinan dari bahan lunak di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber

3.8 Menganalisis sikap dan perilaku wirausaha keajinan dari bahan lunak yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan sebuah usaha


4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

4.1 Mendesain produk dan pengemasan karya kerajinan tekstil berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

4.2 Mendesain prosesproduksi karya kerajinan tekstil berdasarkan identifikasi kebutuhan sumberdaya dan prosedurberkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

4.3 Membuat karya kerajinan tekstil yang berkembang di wilayah setempat dan lainnya sesuai teknik dan prosedur

4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha kerajinan tekstil

4.5 Mendesain produk dan pengemasan karya keajinan dari bahan lunak berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

4.6 Mendesain proses produksi karya keajinan dari bahan lunak berdasarkan identifikasi kebutuhan sumberdaya dan prosedur berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

4.7 Membuat karya keajinan dari bahan lunak yang berkembang di wilayah setempat dan lainnya sesuai teknik dan prosedur.

4.8 Menyajikan hasil analisa sikap dan perilaku wirausaha keajinan dari bahan lunak


B. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan pertama

Rincian Kegiatan

Waktu

Pendahuluan

· Apersepsi (Guru bertanya “apakah siswa sudah pernah mendengar istilah tekstil, apa saja yang bisa dibikin kerajinan lewat tekstil)

· Orientasi (Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan materi “kerajinan”)

· Motivasi (Memberi contoh tentang manfaat mempelajari kerajinan)

· Pemberian Acuan :

§ (Garis besar materi tentang “kerajinan tekstil”)

§ Pembentukan Kelompok diskusi

· Menyampaikan tujuan pembelajaran

15 menit


Kegiatan Inti

Mengamati

· Siswa menyimak pendapat dari beberapa sumber tentang pengertian “tekstil”

· Siswa menyimak berbagai fungsi kerajinan tekstil

· Guru menilai keterampilan siswa mengamati

Menanya

· Siswa mendikusikan dengan teman sebangku mengenai contoh gambar dengan menjelaskan alat yang diperlukan dan teknik yang digunakan

· Siswa mendiskusikan dengan teman sebangku mengenai berbagai fungsi dari kerajinan tekstil tersebut

· Guru bertanya tentang gambar yang ditampilkan

· Guru bertanya tentang pendapat dari berbagai sumber tentang pengertian “tekstil”

· Guru bertanya tentang fungsi dari kerajinan teresbut

Mencoba

· Siswa membaca buku teks yang berkaitan dengan tekstil

· Siswa membaca buku teks tentang berbagai kerajinan tekstil

· Siswa membaca buku teks tentang berbagai fungsi kerajian tekstil

Mengasosiasi

· Siswa dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing terdiri atas 5 orang

· Siswa dalam kelompok diminta mendiskusikan pendapat para ahli mengenai pengertian tekstil

· Siswa dalam kelompok diminta mendiskusikan berbagai kerajinan tekstil (setiap kelompok berbeda pembahasan)

· Siswa dalam kelompok diminta mendiskusikan berbagai fungsi kerajinan tekstil (setiap kelompok berbeda pembahasan)

Mengomunikasikan

· Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan membimbing/menilai keterampilan menganalisis, menggunakan teori

dan menyimpulkan data, serta menilai kemampuan siswa memahami pengertian tekstil, kerajinan tekstil serta fungsi dari kerajinan tekstil

60 menit


Penutup

· Bersama siswa menyimpulkan kerajinan tekstil dalam produk dan pengemasan menggunakan perangkat lunak grafis

· Memberikan tugas baca tentang kerajinan tekstil yang ada dewasa ini

· Melaksanakan postes

15 menit


H. PENILAIAN

1. Teknik dan Bentuk Instrumen


Teknik

Bentuk Instrumen


Observasi

Lembar pengamatan sikap dan rubrik


Tes Tulis

Tes uraian, menemukan persamaan dan perbedaan teks ulasan film/drama dan resensi kumpulan cerpen dan Rambu-rambu jawaban

Selengkapnya silakan download RPP Lengkap Kewirausahaan dan prakarya Kurikulum 2013 dengan penerapan discovery learning (pembelajaran penemuan) di sini

Rabu, 06 Mei 2015

Terbaru 2020 - Persyaratan NUPTK 2015

Blog Pendidikan

Infodunia-pendidikan.blogspot.com. Bagi rekan-rekan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), yang belum memiliki NUPTK dan ingin mengurus NUPTK pada tahun 2015 ini, mungkin sedikit informasi ini cukup penting bagi anda. Pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2015, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kemendikbud menerbitkan Surat Edaran perihal Kebijakan Persyaratan Penerbitan NUPTK 2015 terbaru. dimana isinya adalah sebagai berikut.

NUPTK 2015
NUPTK 2015

Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang belum memiliki NUPTK dapat memperoleh NUPTK dengan memenuhi/melengkapi persyaratan sebagai berikut.

Guru dan Pengawas Sekolah berstatus PNS

1. Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
2. Memiliki SK ketetapan CPNS/PNS

Guru Bukan PNS di Sekolah Negeri

1. Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
2. Memiliki SK pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur dan menyatakan bahwa pembayaran Gaji berasal dari APBD Provinsi/Kabupaten/Kota setempat.

Guru Bukan PNS Pada Sekolah Swasta

1. Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
2. Berstatus sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) dibuktikan dengan SK pengangkatan sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (Guru Tetap Yayasan/GTY) minimum 2 (dua) tahun secara terus menerus dihitung sampai bulan Januari 2015 dengan ketentuan SK tidak berlaku surut (contoh SK tertanggal tahun 2014 menjelaskan masa kerja tahun 2012).

Proses pengajuan hingga penerbitan NUPTK baru dimaksud sepenuhnya melalui aplikasi Padamu Negeri.
Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi rekan PTK yang ingin mengajukan NUPTK tahun 2015 ini. termasuk admin sendiri ^^; Doakan semoga tahun ini keluar NUPTK-nya ya. Semoga berhasil bagi kita semua.

Minggu, 25 Januari 2015

Terbaru 2020 - Sekolah Ini Menggunakan lebih dari 40 Bahasa

Blog Pendidikan

Infodunia-Pendidikan.blogspot.com. Berapa bahasa yang ada di sekolah Anda? 5-10 bahasa mungkin sudah terhitung banyak. Meskipun itu di sekolah-sekolah Indonesia yang terkenal dengan beragamnya budaya dan bahasa dari masyarakatnya. Namun di Inggris ada sebuah sekolah yang menggunakan lebih dari 40 bahasa.

ragam bahasa
ragam bahasa

Byron Court di Brent adalah salah satu sekolah paling beragam di Inggris. Tempat bermain saat makan siang adalah tempat percampuran kehidupan London yang luar biasa beragam. Anak-anak dari berbagai negara di antaranya, Irak, Filipina, Somalia, India, Nepal, Siprus, Rumania dan Slovakia bermain bersama.

Sebanyak 42 bahasa digunakan di tempat bermain sebuah sekolah di London barat laut, lapor wartawan BBC Mike Sergeant.

Salah satu hal yang paling menarik adalah nyaris tidak adanya anak dari keluarga yang kemungkinan mengacu kepada dirinya sebagai "Inggris kulit putih". Dan ini bukan hal yang aneh pada sekolah dasar di sejumlah tempat di London dan beberapa kota besar lainnya.

Imigrasi menjadi masalah politik penting dalam beberapa tahun terakhir sehingga terjadi peningkatan perhatian dan pertanyaan tentang pengaruh keragaman terhadap prestasi akademis anak dari berbagai latar belakang. "Sangatlah penting memelihara persatuan di sekolah," kata kepala sekolah Byron Court, Martine Clark. "Sangatlah penting untuk memastikan tidak terdapat perbedaan berdasarkan bahasa dan kebudayaan. Kami mendukung keragaman kebudayaan di sekolah," tambahnya.

Demikian admin salin dari bbc.co.uk .
Semoga bermanfaat.

Minggu, 04 Januari 2015

Terbaru 2020 - Kakek ini Menempuh S2 selama 40 Tahun

Blog Pendidikan

Infodunia-pendidikan.blogspot.com. Kakek tua menempuh S2 Selama 40 Tahun. Seperti dilansir shanghaiist.com, Jumat (2/1), Zou jadi peserta ujian tertua. Saingannya yang lain mayoritas seusia cucunya.
Menempuh pendidikan setinggi-tingginya adalah cita-cita kakek 73 tahun itu sejak muda. Sayang, impiannya kandas pada 1960. Ayahnya meninggal, sehingga Zou terpaksa jadi tulang punggung keluarga. Padahal di tahun yang sama dia sudah diterima di jurusan teknik lingkungan oleh Universitas Hangzhou.


Pada 1977, pemerintah mempersilakan mahasiswa drop out mendaftar lagi. Lagi-lagi Zou sial, China membatasi usia pelamar. Karena dia sudah lebih dari 30 tahun, kampus melarangnya ikut program tersebut.
Sabar menunggu dan terus menabung agar bisa kuliah, Zou akhirnya dapat kesempatan pada 2001. Ujian Gaokao (semacam SNMPTN di China) tak lagi membatasi umur peserta.

Usianya sudah 59 tahun. Tetangga menertawakan pegawai pabrik itu, untuk apa kuliah ketika sudah bangkotan. Zou tidak peduli. Pada ujian 2001, dia tidak lolos tes masuk.
Zou mencoba terus sampai akhirnya diterima kembali di jurusan teknik lingkungan Universitas Jiaxing pada 2008. Tahun lalu, kakek dengan empat cucu ini meraih gelar sarjana. Kini, dia berhasrat lanjut studi S2 bidang fisika atau yang masih selaras dengan ilmu teknik.

"Saya optimis bisa diterima dalam tes tahun ini," kata Zou.
Akhir pekan lalu, Zou Weimin mengikuti tes masuk perguruan tinggi di Provinsi Zheijiang, China. Ujian ini bagi mereka yang ingin lanjut studi strata dua di kampus tersebut (merdeka.com).

Kakek 73 Tahun lulus S2

Jumat, 12 Desember 2014

Terbaru 2020 - Keputusan Menteri Pendidikan Mengenai Kurikulum 2013

Blog Pendidikan

Infodunia-Pendidikan.blogspot.com. Assalamualaikum. Dikalangan tenaga pendidik dan kependidikan mungkin sudah banyak mendengar mengenai perkembangan Kurikulum 2013 yang sementara akan dihentikan di sebagian besar sekolah. Namun mungkin masih ada yang ragu bagaimana sebenarnya. Sebagai bentuk informasi kepada rekan pendidik sekalian, kali ini admin akan melampirkan surat dari
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan. Berikut Isi suratnya agar jelas mengenai berita tersebut.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013


subyek: Pelaksanaan Kurikulum 2013

Nomor                  : 179342/MPK/KR/2014                                                           5 Desember 2014
Hal                        : Pelaksanaan Kurikulum 2013

Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat wal afiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.
Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaanKurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.
Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.
Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan  menyeluruh.
Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.211 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
  1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
  2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
  3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
  4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.
Alangkah bijaksana  bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.
Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum. Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013 ke depan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.
Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
  1. Menghentikan pelaksanaan Kurikum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-praktik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.
  2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerjasama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.
  3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang berkerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.
Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utam, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggungjawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.
Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses pengingkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan.
Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Di Bawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada Ibu dan Bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
                                                                                 Jakarta, 5 Desember 2014
                                                                                Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 


                                                                                Anies Baswedan

Demikian Artikel kali ini mengenai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaanKurikulum 2013, Semoga Bermanfaat.